26 April 2021

Kunjungan Tim Peneliti Fahutan UGM  ke Pusat Pinus Baturaden Untuk Kerjasama Penelitian

Kunjungan Tim Peneliti Fahutan UGM  ke Pusat Pinus Baturaden Untuk Kerjasama Penelitian

PERHUTANI FORESTRY INSTITUTE (PeFI)

Perhutani Forestry Institute (PeFi) Departemen Riset dan Inovasi dan Fahutan UGM untuk mendukung Penelitian Pinus  Bocor Getah di Pusat Pinus Baturaden, pada Jumat tanggal 9 April 2021.

Pusat Penelitian Pinus Perhutani Baturraden sebagai bagian dari Perhutani Forestry Institute (PeFI) pada hari Jumat tanggal 9 April 2021 menerima kunjungan Tim Peneliti dari Fakultas Kehutanan UGM dalam rangka kerjasama Penelitian untuk mendukung pengembangan Pinus Bocor Getah sebagai komoditas andalan Perhutani pada masa mendatang.

Hadir dalam pertemuan tersebut Tim peneliti dari Fakultas Kehutanan UGM antara lain Dr Sapto Indrioko MP yang memiliki kepakaran dalam bidang Pemuliaan dan Bioteknologi Kehutanan, Widiyatno, M.Sc PhD  sebagai Pakar Silvikultur, dan Dr Sigit Sunarto pakar bidang Teknologi Kayu, sedangkan Peneliti dari Pusat Pinus  Perhutani Forestry Institute yang akan mendampingi penelitian adalah Pujo Sumantoro, Dedi, Suryanaji dan Sugito selaku Peneliti Pemuliaan Pinus. 

Dalam diskusi ini membahas mengenai pengelolaan hutan oleh Perum Perhutani yang selalu mengedepankan aspek-aspek ilmiah sebagaimana selama ini telah dilaksanakan dalam setiap kebijakan pengelolaan Sumber daya Hutannya.   Kerjasama ini diharapkan akan mendorong percepatan program-program pemuliaan pinus bocor getah agar Perhutani pada khususnya akan memperoleh peningkatan produksi getah pinus yang signifikan.  

Pakar Peneliti Fahutan UGM Widiyatno, M.Sc.PhD menyampaikan penelitian akan dititik beratkan pada aspek manajemen nutrisi, propagasi makro  dan  menurut  Dr. Sigit Sunarto selaku peneliti teknologi kayu, karakterisasi struktur kayu pinus bocor getah perlu dilakukan agar memberi jawaban ilmiah terhadap sifat bocor getah pada klon-klon yang nanti dihasilkan.

Peneliti Perhutani Forestry Institute Suryanaji  mengatakan bahwa sampai saat ini peneliti masih terus mengupayakan seleksi pada level individual maupun family untuk memperoleh klon-klon Pinus merkusii yang memiliki produktivitas tinggi dengan kemampuan sprouting dan rooting ability yang baik sebagai syarat mutlak untuk keberhasilan pembangunan perhutanan klonal Pinus merkusii bocor getah. Dikatakan bahwa meskipun evaluasi kebun benih bocor getah telah menghasilkan data genetik yang menggembirakan dengan potensi diatas 50 gram/3 hari, namun pencapaian yang maksimal seutuhnya hanya akan didapat jika telah diperoleh klon dengan keberhasilan berakar dengan metode propagasi makro untuk mencapai skala operasional yang ekonomis.  Sementara itu Pujo Sumantoro menyebutkan bahwa penelitian pada level persemaian vegetatif pun masih terbuka peluang untuk meningkatkan tingkat keberhasilan bibit yang siap tanam dengan berbagai inovasi.

Kepala Perhutani Forestry Institute  Yahya Amin  dalam penyampaiannya menekankan pentingnya kerjasama ini sebagai bagian integral dari aktivitas penelitian oleh  PeFI yang saat ini telah meraih prestasi sebagai lembaga yang telah ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI).(Kom-PHT/PeFi/Hrt)